Amerika Serikat
Amerika Serikat·Market

1 April 2026 pukul 16.04

JPMorgan dan Goldman Sachs Lirik Peluang di Pasar Prediksi

JPMorgan dan Goldman Sachs Lirik Peluang di Pasar Prediksi
Quick Take
  • CEO JPMorgan Jamie Dimon mengindikasikan bahwa bank tersebut sedang mempertimbangkan untuk masuk ke sektor pasar prediksi, meskipun akan menghindari kategori olahraga dan politik.
  • Goldman Sachs juga secara aktif mengeksplorasi ruang ini, dengan CEO David Solomon baru-baru ini bertemu dengan pimpinan dari perusahaan pasar prediksi terkemuka.
  • Industri ini mengalami pertumbuhan pesat dan valuasi tinggi, dengan Kalshi dilaporkan bernilai $22 miliar dan Polymarket sebesar $20 miliar.

Minat Institusional pada Pasar Prediksi

JPMorgan memberikan sinyal potensi peralihan ke pasar prediksi, sebuah sektor yang telah berkembang secara signifikan melalui platform tradisional maupun kripto. Berbicara di CBS, CEO Jamie Dimon menyarankan bahwa bank mungkin pada akhirnya menawarkan layanan di ruang ini. Namun, Dimon mengklarifikasi bahwa area tertentu, seperti taruhan olahraga atau hasil politik, akan tetap dilarang karena kebijakan internal dan peraturan ketat mengenai informasi orang dalam.

Goldman Sachs mengikuti jejak yang sama. Selama panggilan pendapatan bulan Januari, CEO David Solomon mengonfirmasi bahwa perusahaan sedang melakukan uji tuntas pada sektor tersebut. Solomon mencatat bahwa ia secara pribadi telah bertemu dengan kepemimpinan dari dua perusahaan prediksi terkemuka untuk memahami operasional mereka dengan lebih baik, sementara tim internal khusus terus mengevaluasi potensi pasar.

Lanskap Persaingan dan Valuasi

Apa yang dulunya merupakan segmen ceruk di dunia keuangan kini menjadi medan pertempuran utama bagi perusahaan mapan dan pendatang baru. Polymarket, yang menggunakan blockchain Polygon (POL), telah mendapatkan daya tarik yang substansial dan saat ini bernilai sekitar $20 miliar. Perusahaan ini telah membentuk ikatan strategis dengan entitas besar seperti Intercontinental Exchange.

Saingan utamanya, Kalshi, baru-baru ini mencapai valuasi $22 miliar setelah putaran pendanaan yang dipimpin oleh Coatue Management. Berbeda dengan pesaingnya yang berbasis kripto, Kalshi beroperasi sebagai bursa tradisional yang teregulasi. Sementara itu, platform ritel seperti Coinbase dan Robinhood telah mulai mengintegrasikan perdagangan prediksi ke dalam aplikasi seluler mereka, membawa produk ini ke audiens ritel yang lebih luas.

Pendekatan Teknologi dan Regulasi

Industri ini saat ini terbagi antara dua infrastruktur yang berbeda. Platform seperti Polymarket mengandalkan teknologi blockchain dan smart contract untuk mengotomatiskan perdagangan dan pembayaran menggunakan stablecoin. Sebaliknya, perusahaan seperti Kalshi menggunakan pencocokan pesanan terpusat dan metode kliring tradisional. Saat ini belum jelas model mana yang akan diadopsi oleh bank besar seperti JPMorgan untuk penawaran mereka sendiri.

Kejelasan regulasi tetap menjadi hambatan signifikan bagi adopsi luas. Commodity Futures Trading Commission (CFTC) baru-baru ini mengambil langkah-langkah untuk menetapkan kerangka pengawasan yang lebih jelas. Karena status hukum kontrak berbasis peristiwa terus berkembang di Amerika Serikat, institusi keuangan besar diperkirakan akan tetap berhati-hati sampai pedoman definitif dikeluarkan.

Bagaimana reaksi pasar?

0%Long/Short0%

commentCount

commentLogin

commentEmpty

commentEmptySubtitle