XRP
XRP·All

31 Maret 2026 pukul 15.22

Ripple & Convera Perkuat Pembayaran Global via Stablecoin

Ripple & Convera Perkuat Pembayaran Global via Stablecoin
Quick Take
  • Ripple Labs dan Convera telah mengumumkan kemitraan untuk mengintegrasikan infrastruktur blockchain dan stablecoin ke dalam sistem pembayaran global.
  • Convera, yang sebelumnya merupakan unit solusi bisnis Western Union, beroperasi di 200 negara dan menangani lebih dari 140 mata uang.
  • Kolaborasi ini akan menggunakan model stablecoin sandwich, yang memungkinkan transaksi dimulai dan diakhiri dengan uang fiat sementara menggunakan aset digital sebagai perantara.

Memperkuat Infrastruktur Pembayaran Global

Ripple Labs dan Convera bergabung untuk memodernisasi cara uang berpindah lintas negara. Convera, yang diakuisisi senilai $910 juta pada tahun 2021, membawa jejak global yang masif ke dalam kemitraan ini, melayani pelanggan di hampir setiap sudut dunia. Dengan memanfaatkan keahlian blockchain Ripple, perusahaan fintech ini bertujuan untuk menyediakan opsi penyelesaian yang lebih cepat dan efisien bagi basis kliennya yang beragam.

Mekanisme Stablecoin Sandwich

Fitur utama dari kemitraan ini adalah penerapan alur pembayaran stablecoin sandwich. Dalam model ini, pembayaran dimulai dalam mata uang fiat tradisional dan diselesaikan dalam mata uang fiat lokal penerima, namun transfer aktual di seluruh jaringan didukung oleh stablecoin. Struktur ini dirancang untuk memberikan manfaat teknologi blockchain—seperti kecepatan dan transparansi—tanpa mengharuskan perusahaan mengelola kompleksitas teknis aset digital secara langsung. Aaron Slettehaugh, SVP Produk Ripple, menekankan bahwa bisnis mencari fleksibilitas seperti ini untuk memindahkan dana secara global.

Kepemimpinan Strategis dan Ekspansi Pasar

Kemitraan ini dipimpin oleh para veteran industri, termasuk CEO Convera Patrick Gauthier, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Amazon Pay. Gauthier menyatakan bahwa Ripple adalah mitra yang tepat bagi Convera seiring upaya perusahaan untuk memenuhi tuntutan pelanggan yang terus berkembang terkait integrasi mata uang digital. Langkah ini mengikuti upaya ekspansi Ripple baru-baru ini, seperti bergabung dengan inisiatif BLOOM dari bank sentral Singapura. Proyek tersebut menggunakan XRP Ledger dan stablecoin yang dipatok ke dolar milik Ripple, RLUSD, untuk menguji coba penyelesaian perdagangan terprogram, yang semakin menunjukkan niat Ripple untuk menggabungkan keuangan tradisional dengan solusi blockchain.

Bagaimana reaksi pasar?

0%Long/Short0%

commentCount

commentLogin

commentEmpty

commentEmptySubtitle