
30 Maret 2026 pukul 20.03
Mitsubishi Gunakan Blockchain JPMorgan untuk Pembayaran

- Mitsubishi Corporation telah bermitra dengan JPMorgan Chase untuk mengintegrasikan jaringan blockchain Kinexys untuk operasional pembayaran internasionalnya.
- Platform Kinexys saat ini menangani transaksi harian sekitar $7 miliar, dengan target JPMorgan untuk meningkatkan angka tersebut menjadi $10 miliar.
- Sejak diluncurkan pada tahun 2020, jaringan ini telah memproses volume kumulatif lebih dari $3 triliun, yang menunjukkan peningkatan adopsi blockchain oleh institusi.
Transfer Dana Global yang Mulus
Mitsubishi Corporation, raksasa industri dan perdagangan asal Jepang, mulai memodernisasi infrastruktur keuangan globalnya. Dengan memanfaatkan jaringan Kinexys dari JPMorgan, konglomerat ini berupaya memfasilitasi transfer dana yang hampir instan di seluruh divisi internasionalnya. Peralihan ini memungkinkan perusahaan untuk melampaui batasan perbankan tradisional, menawarkan jendela operasional 24/7, dan secara signifikan mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian lintas batas.
Skala operasional Mitsubishi sangat besar, mencakup sektor-sektor seperti logistik, energi, dan manufaktur. Sebagai gambaran ukurannya, perusahaan ini memproduksi lebih dari 883.000 kendaraan pada tahun lalu saja. Mengintegrasikan blockchain ke dalam rantai pasok dan struktur keuangan yang masif menandai tonggak penting bagi kegunaan blockchain di sektor industri.
Menskalakan Infrastruktur Kinexys
Jaringan Kinexys terus memperluas jejaknya dalam teknologi buku besar terdistribusi untuk institusi. JPMorgan saat ini menargetkan volume transaksi harian sebesar $10 miliar, naik dari rata-rata saat ini sebesar $7 miliar. Institusi keuangan besar lainnya juga telah bergabung; misalnya, Qatar National Bank (QNB) Group baru-baru ini mulai menggunakan platform tersebut, di mana para eksekutif mencatat bahwa Kinexys dapat menjamin penyelesaian pembayaran hanya dalam waktu dua menit.
Metrik kinerja utama untuk jaringan ini meliputi:
- $3 triliun dalam volume kumulatif yang diproses sejak 2020.
- Dukungan untuk manajemen likuiditas global sepanjang waktu.
- Memperluas kapabilitas ke dalam tokenisasi dan aliran dana otomatis.
Pergeseran Institusional yang Lebih Luas
Meskipun CEO JPMorgan, Jamie Dimon, menunjukkan skeptisisme terhadap mata uang kripto yang terdesentralisasi, bank tersebut telah secara agresif mengembangkan infrastruktur blockchain privat. Platform Kinexys Fund Flow yang akan datang dijadwalkan untuk memperluas layanan ke dalam tokenisasi aset kredit swasta dan real estat pada akhir tahun ini.
Tren ini tercermin di lanskap keuangan yang lebih luas. Pemain besar seperti BlackRock dan Franklin Templeton telah meluncurkan dana yang ditokenisasi, sementara Siemens telah menggunakan blockchain untuk penerbitan obligasi digital. Selain itu, bursa tradisional seperti Nasdaq dan New York Stock Exchange sedang menjajaki cara untuk mengintegrasikan penyelesaian berbasis blockchain ke dalam sistem mereka, menandakan transformasi mendasar dalam cara pasar global beroperasi.
Bagaimana reaksi pasar?
commentCount
commentEmpty
commentEmptySubtitle
