30 Maret 2026 pukul 11.06
Kesepakatan Yield Stablecoin Baru Picu Kritik Industri

- Anggota parlemen AS telah mencapai "kesepakatan prinsip" mengenai klausul imbal hasil (yield) stablecoin dalam rancangan undang-undang struktur pasar kripto yang lebih luas.
- Perwakilan dari industri kripto dan perbankan menyatakan ketidakpuasan terhadap poin-poin yang diusulkan dalam pertemuan pada 23 dan 24 Maret.
- Sidang pembahasan (markup) legislasi ini diperkirakan akan berlangsung pada paruh kedua bulan April, menurut Senator Cynthia Lummis.
Kemajuan Legislatif dan Pertemuan Utama
Para pembuat kebijakan telah mengambil langkah signifikan menuju finalisasi RUU struktur pasar kripto dengan kesepakatan baru yang mengatur tata cara penanganan yield stablecoin. "Kesepakatan prinsip" ini diprakarsai oleh Senator Angela Alsobrooks dan Thom Tillis. Menyusul pengumuman tersebut, staf legislatif mengadakan pertemuan berturut-turut untuk memberikan pengarahan kepada sektor swasta. Perwakilan industri kripto bertemu dengan para staf pada hari Senin, sementara perwakilan industri perbankan mengadakan sesi mereka pada hari Selasa.
Senator Cynthia Lummis telah mengindikasikan bahwa proses legislasi sedang bergerak menuju sesi markup, yang saat ini dijadwalkan untuk paruh kedua bulan April. Sidang ini akan memungkinkan anggota parlemen untuk mendebatkan bahasa spesifik dan mengusulkan amandemen sebelum RUU tersebut dibawa ke pemungutan suara.
Ketidakpuasan Industri dan Potensi Revisi
Meskipun ada kemajuan dalam penyusunan draf, bahasa yang diusulkan mendapat kritik luas dari berbagai pemangku kepentingan. Walaupun teks spesifiknya belum dirilis untuk ditinjau publik—yang diperkirakan akan terjadi dalam minggu mendatang—laporan awal menunjukkan bahwa baik sektor kripto maupun perbankan tidak puas dengan kerangka kerja saat ini. Kekhawatiran terutama berpusat pada potensi regulator untuk memberlakukan aturan baru yang ketat pada aktivitas yang diizinkan dan kemungkinan pembatasan berat pada saldo yield stablecoin.
Sumber yang mengetahui masalah ini menunjukkan bahwa meskipun industri mungkin menyiapkan proposal tandingan, revisi besar terhadap RUU pada tahap ini tidak mungkin terjadi. Sebagian besar penyesuaian yang diharapkan dikategorikan sebagai perbaikan teknis daripada pergeseran fundamental dalam kebijakan. Namun, tingkat penolakan dari kelompok kepentingan industri masih dapat mempengaruhi versi final teks tersebut saat mendekati fase konsultasi publik.
Bagaimana reaksi pasar?
commentCount
commentEmpty
commentEmptySubtitle
