
30 Maret 2026 pukul 09.03
BTC Terperosok di Bawah $66 Ribu Akibat Lonjakan Risiko Inflasi AS
- Bitcoin turun mendekati $66.000 karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu aksi jual pada aset berisiko.
- Kekhawatiran pasokan minyak global meningkat setelah Iran menutup Selat Hormuz, mendorong imbal hasil Obligasi AS ke level tertinggi.
- Analis pasar memperingatkan bahwa tren inflasi AS saat ini tidak berkelanjutan, yang berpotensi memaksa Federal Reserve untuk menunda pemotongan suku bunga hingga 18 bulan ke depan.
Tekanan Geopolitik dan Stres Makro
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah mengirimkan gelombang kejutan melalui pasar global, yang berdampak langsung pada harga minyak dan aset sensitif risiko seperti Bitcoin. Saat Wall Street dibuka pada hari Jumat, obligasi Treasury 10-tahun melonjak ke level tertinggi sejak dimulainya konflik baru-baru ini. Menurut The Kobeissi Letter, pasar obligasi sedang menghadapi masalah besar, yang menyebabkan perubahan cepat dalam sentimen investor.
Lanskap makroekonomi saat ini menjadi semakin kompleks:
- Pasar telah beralih dari mendiskusikan pemotongan suku bunga menjadi bersiap untuk potensi jeda Fed atau bahkan kenaikan suku bunga.
- Ekspektasi inflasi telah memburuk sedemikian rupa sehingga beberapa pedagang mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga darurat oleh Fed.
- Ketegangan AS-Iran diperkirakan akan berlanjut hingga April, menjaga tekanan pada pasokan energi global.
Tinjauan Teknis dan Tingkat Resistensi
Harga Bitcoin mengalami penurunan hampir 4% dalam satu hari, menempatkannya pada jalur untuk mencatat kerugian selama enam bulan berturut-turut — sebuah tren yang belum pernah terlihat sejak akhir pasar bearish tahun 2018. Pedagang sekarang melihat $70.000 sebagai level resistensi kuat yang harus ditembus kembali untuk membatalkan momentum bearish saat ini.
Analisis dari Technical Crypto Analyst menunjukkan bahwa BTC telah menembus garis tren naik (ascending trendline). Zona permintaan utama berikutnya diperkirakan berada di antara $64.000 dan $65.000. Kegagalan untuk mempertahankan level ini dapat menyebabkan penurunan lebih lanjut karena investor melakukan de-risking menjelang akhir pekan. Adam Kobeissi, pendiri The Kobeissi Letter, mencatat bahwa pasar saat ini bergerak seolah-olah tindakan darurat dari Federal Reserve akan segera terjadi akibat data inflasi yang memburuk.
Bagaimana reaksi pasar?
commentCount
commentEmpty
commentEmptySubtitle
