Bitcoin
Bitcoin·Market

30 Maret 2026 pukul 08.24

BTC Turun ke $67Rb, ETH $2Rb Akibat ETF Outflow & Dolar Kuat

BTC Turun ke $67Rb, ETH $2Rb Akibat ETF Outflow & Dolar Kuat
Quick Take
  • Bitcoin dan Ethereum mengalami penurunan signifikan pada hari Jumat, dengan Bitcoin jatuh di bawah $67.000 dan Ethereum merosot ke bawah $2.000.
  • Tekanan jual institusional terlihat dari arus keluar bersih sebesar $171 juta dari ETF Bitcoin spot AS pada 26 Maret.
  • Kedaluwarsa opsi kuartalan senilai $13 miliar menambah ketidakpastian pasar jangka pendek meskipun posisi masih didominasi oleh opsi beli (calls).

Penurunan Harga dan Aliran Dana Institusional

Pasar mata uang kripto menghadapi tekanan jual yang kuat menjelang jendela makro ekonomi utama. Bitcoin turun di bawah level $67.000, sementara Ethereum diperdagangkan di kisaran $1.993, menembus batas psikologis $2.000. Penurunan ini dipicu oleh permintaan institusional yang tidak merata, yang ditunjukkan dengan keluarnya dana sebesar $171 juta dari ETF Bitcoin spot di AS pada tanggal 26 Maret. Selain itu, aliran keluar yang terus berlanjut dari dana Ether semakin memperlemah struktur pasar saat ini.

Dampak Kedaluwarsa Opsi dan Sentimen Pasar

Ketidakpastian jangka pendek diperparah oleh penyelesaian kontrak opsi dalam jumlah besar. Berdasarkan data dari Greekslive, sekitar $13 miliar kontrak opsi Bitcoin jatuh tempo hari ini. Meskipun harga spot melemah, posisi pasar cenderung mengarah pada calls, yang menunjukkan adanya ekspektasi kenaikan harga di masa depan. Namun, perbedaan antara posisi opsi dan aksi harga spot menunjukkan pasar yang sedang terjepit di antara harapan optimis dan realitas makro ekonomi yang menekan.

Faktor Makro dan Geopolitik

Para analis berpendapat bahwa pergerakan pasar kripto selanjutnya akan lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal daripada katalis internal industri. Indeks Dolar mendekati level 100, didorong oleh permintaan aset aman (safe-haven), imbal hasil yang tinggi, dan kekhawatiran inflasi energi. Analis dari Bitunix mencatat bahwa pengetatan moneter dan konflik yang meningkat telah menekan likuiditas pasar. Beberapa poin penting meliputi:

  • Kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi.
  • Jeda 10 hari dalam eskalasi militer AS yang menjadi periode krusial menurut Rania Gule dari XS.com.
  • Kurangnya keyakinan arah pasar yang membuat kripto berperilaku sebagai aset sensitif likuiditas, menurut QCP Capital.

Ketegangan geopolitik, terutama yang melibatkan AS dan Iran di Timur Tengah, tetap menjadi variabel dominan. Jika dolar terus menguat bersamaan dengan naiknya harga minyak, aset berisiko seperti Bitcoin kemungkinan akan tetap tertekan atau bergerak lebih rendah.

Bagaimana reaksi pasar?

0%Long/Short0%

commentCount

commentLogin

commentEmpty

commentEmptySubtitle