30 Maret 2026 pukul 07.54
Vietnam Tangkap Suspek Kasus Penipuan Kripto ONUS

- Otoritas Vietnam telah menahan beberapa tersangka yang terkait dengan platform kripto ONUS atas dugaan penipuan investasi.
- Investigasi menuduh kelompok tersebut menggunakan manipulasi pasar, promosi palsu, dan kontrol pasar terpusat untuk menyalahgunakan dana investor senilai miliaran dolar.
- Token utama yang terlibat dalam skema ini meliputi VNDC, ONUS, dan HNG, sementara platform tersebut mengklaim memiliki lebih dari 7 juta pengguna.
Investigasi dan Tuduhan Penipuan
Kementerian Keamanan Publik di Vietnam telah meluncurkan tindakan tegas terhadap kelompok yang dituduh mendalangi penipuan kripto skala besar melalui platform ONUS. Menurut pejabat, para tersangka menggunakan taktik pemasaran yang menyesatkan dan aktivitas perdagangan yang terkoordinasi untuk menarik investor. Kelompok ini diduga memanipulasi pasokan dan permintaan token, menyesuaikan harga sesuka hati, sambil menyajikan aset digital tersebut sebagai peluang investasi yang sah.
Otoritas mengungkapkan bahwa operasi ini melibatkan upaya multilembaga di beberapa kota. Sejauh ini, polisi telah memanggil lebih dari 140 orang untuk dimintai keterangan dan menyita bukti-bukti penting. Meskipun rincian kerugian investor belum difinalisasi, penyelidik menyatakan bahwa skema tersebut berhasil mengumpulkan dana sebesar miliaran dolar.
Tersangka Utama dan Hubungan Korporasi
Beberapa individu profil tinggi telah disebutkan dalam investigasi tersebut. Di antara mereka yang ditahan adalah Vuong Le Vinh Nhan, yang diidentifikasi sebagai ketua dewan perusahaan fintech asal AS, Vemanti Group, dan terkait dengan XPLOR, induk perusahaan ONUS Pro yang berbasis di Singapura. Tersangka lainnya termasuk Tran Quang Chien, administrator teknis bursa ONUS, dan Ngo Thi Thao, direktur HanaGold Jewelry JSC.
Menanggapi penangkapan tersebut, Vemanti Group menyatakan telah menunjuk penasihat hukum di Amerika Serikat untuk mengevaluasi situasi tersebut. Meskipun platform ONUS mengklaim basis pengguna yang besar dan memiliki akun X resmi dengan lebih dari 885.000 pengikut, data pasar dari CoinMarketCap menunjukkan token ONUS memiliki kapitalisasi pasar yang dilaporkan sendiri hanya sekitar $25 juta, menunjukkan perbedaan signifikan antara skala dugaan penipuan dan metrik publik token tersebut.
Penegakan Hukum Kejahatan Kripto Global
Kasus ini menyoroti meningkatnya tekanan regulasi di Vietnam, yang tetap menjadi salah satu pasar kripto ritel paling aktif di dunia. Secara bersamaan, upaya internasional untuk memerangi kejahatan terkait kripto semakin intensif. Dalam perkembangan terpisah, Biro Investigasi Pusat India baru-baru ini menangkap seorang tersangka di Mumbai yang dituduh memfasilitasi perdagangan manusia ke kamp penipuan di Myanmar. Pusat-pusat ini dilaporkan memaksa individu untuk melakukan penipuan online global, termasuk penipuan asmara dan penipuan investasi kripto, di wilayah Myawaddy.
Bagaimana reaksi pasar?
commentCount
commentEmpty
commentEmptySubtitle
