27 Maret 2026 pukul 06.32
Eskalasi Perang: Israel Serang Tehran, Minyak Melonjak ke $107

- Israel melancarkan gelombang serangan baru yang menargetkan pusat kota Teheran dan fasilitas produksi senjata saat konflik mendekati akhir bulan pertama.
- Kebuntuan diplomatik terjadi setelah Iran menolak 15 poin proposal gencatan senjata yang diajukan Amerika Serikat melalui Pakistan.
- Harga minyak dunia melonjak dengan minyak mentah Brent mencapai $107 per barel, naik lebih dari 45% sejak perang dimulai pada 28 Februari.
Eskalasi Militer dan Dampak Regional
Pada Jumat pagi, Israel melakukan serangan udara ke target-target di jantung kota Teheran, menyusul pernyataan militer yang akan mengintensifkan serangan terhadap pabrik senjata Iran. Meskipun detail mengenai target yang terkena dampak belum sepenuhnya diketahui, konflik ini terus meluas. Asap terlihat membubung di atas Beirut, sementara sirine serangan udara terdengar di Israel saat militer berupaya mencegat rudal-rudal Iran.
Di saat yang sama, Iran terus menekan negara-negara tetangga di Teluk Arab, dengan laporan serangan drone dan rudal di Kuwait dan Uni Emirat Arab. Sebagai respons, Amerika Serikat telah mengerahkan ribuan tentara tambahan ke wilayah tersebut, termasuk 2.500 Marinir dan 1.000 pasukan lintas udara dari Divisi Airborne ke-82. Pasukan ini kemungkinan dipersiapkan untuk mengamankan Selat Hormuz, di mana Iran dilaporkan mulai memungut biaya dari kapal-kapal yang melintas.
Kebuntuan Diplomasi dan Peran PBB
Upaya diplomatik untuk mencapai gencatan senjata menemui jalan buntu. Utusan AS, Steve Witkoff, telah menyampaikan daftar 15 poin tindakan kepada Iran, yang mencakup pembatasan program nuklir dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, Iran menolak tawaran tersebut dan mengajukan proposal tandingan sebanyak lima poin, yang menuntut kompensasi dan pengakuan kedaulatan atas selat tersebut.
Dewan Keamanan PBB dijadwalkan mengadakan konsultasi tertutup pada hari Jumat untuk membahas serangan terhadap infrastruktur sipil. Pertemuan ini diminta oleh Rusia dan dijadwalkan oleh Amerika Serikat, yang saat ini memegang kepemimpinan Dewan Keamanan.
Dampak Ekonomi dan Korban Jiwa
Konflik yang terus berlanjut telah mengguncang pasar global. Setelah Wall Street mencatat hari terburuknya sejak perang dimulai, pasar saham Asia mayoritas melemah pada hari Jumat. Kekhawatiran akan krisis energi global meningkat seiring dengan kendali Iran atas jalur pelayaran strategis.
Jumlah korban tewas terus meningkat secara signifikan:
- Lebih dari 1.900 orang tewas di Iran.
- Di Lebanon, otoritas melaporkan lebih dari 1.100 kematian.
- Israel mengonfirmasi 18 warga sipil tewas, ditambah 3 tentara yang gugur di Lebanon.
- Setidaknya 13 tentara AS telah tewas dalam konflik ini.
- Korban jiwa lainnya tercatat di Irak (80 personel keamanan), Tepi Barat, dan negara-negara Teluk Arab.
Bagaimana reaksi pasar?
commentCount
commentEmpty
commentEmptySubtitle
