
26 Maret 2026 pukul 10.52
Harga Minyak Melonjak, Pasar Kripto Terkoreksi Tajam

- Bitcoin dan Ethereum mengalami penurunan signifikan, dengan BTC turun ke $69.400 dan ETH merosot 4,1%.
- Tekanan makroekonomi, termasuk lonjakan harga minyak di atas $100, telah memicu aksi jual di pasar kripto maupun pasar tradisional.
- Sektor altcoin terkena dampak paling parah, dengan indeks terkait DeFi dan komputasi mencatat kerugian hampir 4%.
Penurunan Pasar dan Korelasi Makro
Pasar mata uang kripto menghadapi koreksi tajam selama sesi semalam karena investor bereaksi terhadap ketidakstabilan ekonomi yang lebih luas. Bitcoin (BTC) mencatat penurunan 2,6% sejak tengah malam UTC, diperdagangkan di sekitar $69.400. Ethereum (ETH) mengikuti jejaknya dengan penurunan yang lebih tajam sebesar 4,1%, mendorong harganya kembali ke arah level $2.000. Pergerakan menurun ini mencerminkan tren di keuangan tradisional, di mana kontrak berjangka Nasdaq 100 tergelincir sebesar 1% dan emas turun 1,8%.
Dampak Harga Energi dan Geopolitik
Katalis utama bagi mundurnya pasar adalah lonjakan biaya energi yang tiba-tiba. Harga minyak melonjak melampaui ambang batas $100 per barel menyusul laporan bahwa diskusi diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran terhenti. Ketidakpastian yang dihasilkan telah memicu kecemasan makro, yang menyebabkan pelepasan posisi derivatif karena pedagang menjauh dari aset yang lebih berisiko.
Kinerja Altcoin dan Rentang Harga
Sementara aset-aset utama mengalami penurunan yang nyata, pasar altcoin menderita kerusakan yang paling besar selama sesi Asia:
- CoinDesk Computing Select Index (CPUS) turun sebesar 4,3%.
- CoinDesk DeFi Select Index (DFX) merosot sebesar 3,9%.
Terlepas dari volatilitas baru-baru ini, para analis mengamati bahwa total kapitalisasi pasar kripto tetap berada dalam rentang konsolidasi yang telah bertahan sejak awal Februari, karena pasar terus berjuang untuk menemukan momentum yang dibutuhkan untuk penembusan yang berkelanjutan.
Bagaimana reaksi pasar?
commentCount
commentEmpty
commentEmptySubtitle
