RWA
RWA·Market

25 Maret 2026 pukul 04.42

Robinhood Buyback Saham $1,5 Miliar Saat Harga Capai Titik Terendah

Robinhood Buyback Saham $1,5 Miliar Saat Harga Capai Titik Terendah
Quick Take
  • Dewan direksi Robinhood telah menyetujui program pembelian kembali (buyback) saham senilai $1,5 miliar yang akan dilaksanakan selama tiga tahun ke depan.
  • Perusahaan mengamankan fasilitas kredit bergulir baru senilai $3,25 miliar dengan JPMorgan Chase, yang dapat diperluas hingga $4,87 miliar.
  • Meskipun harga saham turun 39% sejak awal tahun, para analis tetap memberikan peringkat strong buy dengan target harga rata-rata $123,85.

Pembelian Kembali Strategis dan Penguatan Keuangan

Dalam pengajuan terbaru kepada Securities and Exchange Commission (SEC), Robinhood mengungkapkan inisiatif pengembalian modal yang signifikan. Program buyback senilai $1,5 miliar ini mencakup kapasitas tambahan baru sebesar $1,1 miliar, sementara sisanya merupakan saldo dari program sebelumnya. Shiv Verma, Chief Financial Officer Robinhood, menyatakan bahwa langkah ini mencerminkan kepercayaan manajemen terhadap peluang jangka panjang perusahaan untuk terus menghadirkan produk inovatif sekaligus memberikan nilai bagi pemegang saham.

Untuk memperkuat likuiditas, anak perusahaan Robinhood Securities menandatangani fasilitas kredit senilai $3,25 miliar dengan JPMorgan Chase, menggantikan fasilitas sebelumnya yang bernilai $2,65 miliar. Kesepakatan ini memberikan fleksibilitas untuk meningkatkan total kredit hingga $4,87 miliar, guna memastikan dukungan operasional yang kuat di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.

Kinerja Pasar dan Tekanan Ekonomi

Pengumuman ini muncul di tengah masa sulit bagi platform perdagangan tersebut. Saham HOOD turun 4,7% pada hari Selasa dan ditutup pada level $69,08, harga terendah sepanjang tahun 2026. Meskipun saham sedikit pulih menjadi $70,90 di perdagangan setelah jam kerja, angka ini masih jauh di bawah level tertinggi sepanjang masa pada bulan Oktober sebesar $152,46, atau turun sebesar 54,7%. Penurunan ini disebabkan oleh kekhawatiran makroekonomi, hambatan geopolitik terkait perang Iran, serta kelesuan umum di sektor teknologi dan kripto.

Data pasar utama Robinhood meliputi:

  • Penurunan nilai saham hampir 39% sejak awal tahun.
  • Kenaikan hampir 43% dalam 12 bulan terakhir berkat ekspansi ke layanan perbankan dan pasar prediksi.
  • Peringkat konsensus strong buy dari 16 analis Wall Street melalui platform TipRanks.

Pertumbuhan Masa Depan dan Inisiatif Blockchain

Robinhood terus berfokus pada masa depan keuangan digital, khususnya pada tokenisasi aset dunia nyata (RWA). Pada bulan Februari, perusahaan meluncurkan jaringan Ethereum layer-2 miliknya sendiri, Robinhood Chain, dalam tahap testnet publik. CEO Vlad Tenev melaporkan bahwa jaringan tersebut berhasil memproses 4 juta transaksi pada minggu pertama aktivitas testnet.

Dirancang untuk mendukung ekuitas ter-tokenisasi, Exchange-Traded Funds (ETF), dan instrumen keuangan tradisional lainnya, proyek blockchain ini direncanakan untuk peluncuran mainnet akhir tahun ini. Hal ini menandakan komitmen Robinhood untuk bertransformasi dari sekadar broker ritel menjadi ekosistem teknologi keuangan yang komprehensif.

Bagaimana reaksi pasar?

100%Long/Short0%

commentCount

commentLogin

commentEmpty

commentEmptySubtitle