DeFi
DeFi·Market

24 Maret 2026 pukul 20.42

Pendapatan Lido Turun 23% Akibat Penarikan Dana dan Yield Rendah

Pendapatan Lido Turun 23% Akibat Penarikan Dana dan Yield Rendah
Quick Take
  • Total pendapatan Lido turun menjadi $40,5 juta pada tahun 2025, mencatat penurunan sebesar 23% dibandingkan tahun sebelumnya senilai $52,4 juta.
  • Protokol ini mengalami penurunan pendapatan kotor sebesar 18,2% akibat penarikan dana bersih dan kompresi imbal hasil (APR) staking di seluruh jaringan Ethereum.
  • Lido berencana meluncurkan program pembelian kembali (buyback) token LDO pada kuartal kedua 2025 untuk memperkuat likuiditas DAO.

Penurunan Keuangan dan Pergeseran Pasar

Lido melaporkan kontraksi signifikan dalam kinerja keuangannya untuk tahun 2025, yang dipicu oleh perubahan struktural dalam lanskap staking Ethereum. Pendapatan total protokol merosot ke angka $40,5 juta, turun dari $52,4 juta pada tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh dua faktor utama: pengguna yang menarik dana mereka (arus keluar staking bersih) dan penurunan imbal hasil staking di seluruh jaringan, yang dikenal sebagai kompresi APR.

Menurut laporan tahunan organisasi tersebut, segmen Simple LST (Liquid Staking Token), di mana Lido secara historis menjadi pemimpin kategori, mulai menyusut sejak 2024. Tren ini berlanjut hingga 2025 karena modal beralih ke opsi lain seperti staking bursa, staking institusional berisiko rendah, dan sektor restaking yang menawarkan insentif tinggi.

Persaingan Ketat dan Restaking

Protokol mencatat bahwa pangsa pasarnya tergerus oleh munculnya persaingan dari penyedia liquid restaking. Para penyedia ini menggunakan subsidi token protokol untuk menarik minat investor yang mencari hasil maksimal (APR-maxis). Lingkungan yang kompetitif ini memaksa Lido untuk mengevaluasi kembali posisinya di tengah meningkatnya dominasi layanan staking berbasis institusi dan bursa.

Sebagai langkah adaptasi, Lido telah melakukan restrukturisasi internal. Pada Agustus 2024, organisasi tersebut memangkas jumlah karyawan sebesar 15% guna memastikan keberlanjutan jangka panjang. Diluncurkan pada tahun 2020, protokol ini awalnya dirancang untuk memungkinkan pengguna tetap memiliki likuiditas saat melakukan staking ETH, namun kini harus menghadapi tantangan dari model-model baru.

Inisiatif Strategis 2025

Untuk mengatasi penurunan pendapatan, Lido kini fokus pada ekspansi ke segmen institusional dan penawaran produk baru. Salah satu pencapaian penting adalah kerja sama dengan WisdomTree, manajer aset dengan dana kelolaan sebesar $140 miliar, yang meluncurkan produk bursa (ETP) berbasis Ethereum di Eropa dengan memanfaatkan protokol Lido.

Selain itu, Lido tengah menjajaki program pembelian kembali token LDO yang ditargetkan mulai pada kuartal kedua tahun ini. Dalam desain yang diusulkan, hadiah staking yang dihasilkan oleh protokol akan digunakan untuk membeli LDO dari pasar terbuka dan menempatkannya ke dalam posisi likuiditas LDO/wstETH yang dimiliki oleh DAO, yang diharapkan dapat meningkatkan stabilitas ekonomi protokol.

Bagaimana reaksi pasar?

67%Long/Short33%

commentCount

commentLogin

commentEmpty

commentEmptySubtitle