Bitcoin
Bitcoin·Market

23 Maret 2026 pukul 05.42

Saham Ikuti Bitcoin, Anjlok Akibat Kenaikan Yield Obligasi

Saham Ikuti Bitcoin, Anjlok Akibat Kenaikan Yield Obligasi
Quick Take
  • Penurunan awal Bitcoin dari hampir $90.000 ke $60.000 bertindak sebagai pendahulu volatilitas saat ini di pasar ekuitas tradisional.
  • Imbal hasil obligasi AS (Treasury yields) melonjak ke level tertinggi dalam beberapa bulan, dengan tenor 10 tahun mencapai 4,41%, memberikan tekanan signifikan pada valuasi saham.
  • Analis pasar menunjukkan bahwa pemisahan (decoupling) antara kripto dan saham telah berakhir, karena indeks utama seperti Nasdaq dan S&P 500 mencapai level terendah sejak September.

Pergeseran Korelasi Pasar

Pada awal tahun, Bitcoin mengalami koreksi tajam, anjlok dari sekitar $90.000 ke $60.000 dalam lima minggu pertama. Selama periode ini, pasar ekuitas tradisional seperti S&P 500 dan Nasdaq tetap tangguh, diperdagangkan di atau dekat rekor tertinggi, menciptakan divergensi yang mencolok antara aset digital dan tradisional. Namun, celah tersebut kini menutup karena ekuitas mulai mencerminkan tren penurunan yang dimulai oleh sektor mata uang kripto.

Meskipun Bitcoin telah stabil baru-baru ini, diperdagangkan antara $65.000 dan $75.000, penurunan tajam sebelumnya kini dipandang sebagai indikator utama. Mata uang kripto ini berada di level $68.790 pada saat pelaporan, namun sentimen pasar secara luas tetap berhati-hati.

Kenaikan Imbal Hasil dan Tekanan Makroekonomi

Pemicu utama pelemahan pasar saham baru-baru ini adalah kenaikan tajam pada imbal hasil obligasi AS. Setelah dimulainya perang Iran pada 28 Februari, kekhawatiran mengenai inflasi dan memudarnya harapan pemotongan suku bunga Federal Reserve telah meningkat. Imbal hasil Treasury 10-tahun naik 48 basis poin menjadi 4,41%, titik tertingginya sejak 1 Agustus. Secara bersamaan, imbal hasil 2-tahun melonjak 57 basis poin menjadi 3,94%.

Kenaikan imbal hasil biasanya meningkatkan biaya pinjaman bagi bisnis dan konsumen, yang mengarah pada penghindaran risiko (risk aversion). Pergeseran makro ini memukul indeks yang didominasi saham teknologi dengan sangat keras. Kontrak berjangka Nasdaq turun ke 23.890 poin pada hari Senin, sementara S&P 500 e-mini futures merosot ke 6.505 poin, menandai level terendah bagi keduanya sejak 11 September.

Bitcoin sebagai Indikator Utama

Para analis sering memantau Bitcoin untuk mengukur sentimen risiko global, karena aset ini diperdagangkan 24/7 dan sering kali bergerak mendahului bursa tradisional. Mike McGlone, Ahli Strategi Komoditas Senior di Bloomberg, mencatat bahwa Bitcoin mewakili "puncak dari gunung es aset berisiko." Ia menyarankan bahwa keruntuhan harga sebelumnya bisa menjadi hari-hari awal dari penarikan yang lebih luas di pasar keuangan, terutama jika volatilitas komoditas meningkat.

Meskipun terjadi stabilisasi harga saat ini, pasar derivatif mencerminkan kecemasan yang sedang berlangsung. Saat ini terdapat bias rekor untuk opsi put di pasar Bitcoin, menandakan bahwa para pedagang melakukan lindung nilai secara besar-besaran terhadap potensi penurunan harga lebih lanjut. "Ketakutan puncak" di pasar opsi ini menunjukkan bahwa meskipun harga spot stabil, investor tetap bersiap menghadapi gejolak lebih lanjut di semua kelas aset.

Bagaimana reaksi pasar?

50%Long/Short50%

commentCount

commentLogin

commentEmpty

commentEmptySubtitle