
23 Maret 2026 pukul 04.56
Proyek Kripto Mulai Beralih dari Token ke Ekuitas

- Across Protocol telah mengajukan proposal untuk bertransformasi dari struktur berbasis DAO dan token ke model ekuitas korporasi tradisional.
- Pakar industri berpendapat bahwa model DAO dapat menghambat pertumbuhan bisnis, kecepatan, dan kemampuan untuk membentuk kemitraan institusional.
- Banyak token kripto yang saat ini berkinerja buruk meskipun protokol dasarnya menghasilkan pendapatan yang signifikan, menyebabkan diskoneksi antara penciptaan nilai dan harga token.
Perpindahan Menuju Struktur Korporasi
Protokol jembatan (bridge) Across Protocol, yang didukung oleh Paradigm, sedang menjajaki peralihan dari pengaturan organisasi otonom terdesentralisasi (DAO) saat ini ke struktur ekuitas korporasi. Langkah ini muncul dari kesadaran bahwa model DAO sering kali memperlambat eksekusi dan mempersulit proses pembentukan kemitraan dengan entitas terpusat. Rob Hadick, mitra umum di Dragonfly, mencatat bahwa tata kelola DAO tradisional bisa bertentangan dengan upaya membangun bisnis yang efisien, karena sering kali menghasilkan pengambilan keputusan yang lebih lambat oleh individu yang mungkin kurang memiliki keahlian dibandingkan tim pendiri.
Secara historis, banyak proyek mengadopsi struktur DAO sebagai bentuk "teater desentralisasi" untuk memitigasi risiko regulasi. Raye Hadi dari ARK Invest dan Thomas Klocanas dari Strobe Ventures menunjukkan bahwa sementara tim menggunakan struktur ini untuk menghindari klasifikasi sekuritas, kejelasan regulasi yang berkembang sekarang memungkinkan proyek untuk mempertimbangkan kembali kerangka kerja korporasi yang lebih efektif.
Diskoneksi Antara Pendapatan Protokol dan Nilai Token
Masalah signifikan yang dihadapi pasar adalah harga token sering kali gagal mencerminkan keberhasilan finansial sebuah protokol. Sebagian besar token tidak memberikan hak langsung kepada pemegang atas arus kas atau pendapatan. Amir Hajian dari Keyrock menekankan bahwa protokol memerlukan mekanisme eksplisit, seperti pembelian kembali (buyback) atau pembagian pendapatan, untuk menghubungkan pendapatan protokol ke token. Tanpa ini, nilai sering kali tetap berada di perusahaan lab atau yayasan, bukan di tangan pemegang token.
- Hyperliquid menghasilkan pendapatan lebih dari $923 juta selama setahun terakhir, dengan tokennya HYPE menunjukkan kinerja yang kuat.
- Sky (sebelumnya MakerDAO), Tron (TRX), dan Ethereum (ETH) tetap relatif tangguh.
- Token untuk aplikasi berpendapatan tinggi seperti PumpFun (PUMP), Jupiter (JUP), Aave (AAVE), dan Lido (LDO) kinerjanya jauh di bawah penggunaan protokol mereka.
Mengidentifikasi Kandidat untuk Restrukturisasi
Tidak setiap proyek adalah kandidat untuk beralih ke ekuitas. Pakar seperti Lex Sokolin dari Generative Ventures membedakan antara protokol seperti Bitcoin atau Ethereum, yang memerlukan partisipasi terdesentralisasi, dan proyek lapisan aplikasi yang berfungsi lebih seperti bisnis. Infrastruktur dan middleware, seperti jembatan lintas rantai (cross-chain bridges) dan oracle, dipandang sebagai yang paling mungkin beralih ke ekuitas karena mereka melayani klien institusional yang memerlukan kontrak yang dapat ditegakkan dan perjanjian tingkat layanan (SLA).
Dampak Pasar Jangka Panjang
Seiring dengan semakin banyaknya protokol sukses yang mempertimbangkan transaksi "take-private" untuk beralih ke ekuitas, semesta token yang dapat diinvestasikan mungkin akan menyusut. Boris Revsin dari Tribe Capital menunjukkan bahwa hal ini dapat menghasilkan pasar yang lebih berkualitas secara keseluruhan, meskipun jumlah total token berkurang. Rob Hadick mencatat bahwa Dragonfly telah meningkatkan fokusnya pada investasi ekuitas selama setahun terakhir, mencerminkan tren yang lebih luas di mana pendiri berkualitas tinggi semakin memilih model bisnis tradisional daripada struktur token asli kripto.
Bagaimana reaksi pasar?
commentCount
commentEmpty
commentEmptySubtitle
